Satu Desember
Satu Desember
Ada satu kota yang menyimpan jejak langkah kita
Ada musim yang belum selesai di dadaku
musim yang datang tanpa kalender
tanpa izin,
namun menetap dengan lembut
Seperti caramu menggenggam jemariku, kala itu
seolah takut aku hilang
Bandung masih mengingatmu,
Aku juga..
Kita pernah berjalan berdampingan tanpa nama
Memang tidak semua rasa butuh kata
Mungkin beberapa kisah cukup diingat
disimpan seperti senja yang tak pernah tuntas
Kau pernah takut,
aku pernah kuat
lalu dunia berbalik arah
kau belajar berani,
aku belajar merelakan
Hari ini aku baik - baik saja,
meski ada nama yang tak pernah selesai aku bisikkan
meski jarak telah lama mengubah segalanya
Semesta selalu menjagamu, kan?
Kau tau,
di tempat paling tenang dalam diriku
Aku merawatmu seperti lagu lama,
yang tak pernah bosan ku dengar
Rindu ini tidak meminta kembali
ia tidak menuntut jawaban
hanya menetap lembut
di sela - sela doa yang tak pernah bersuara
Aku menyaksikanmu tumbuh dari jauh
Tanpa ingin mengganggu arah angin,
yang sedang membawa mimpimu
Sebab mencintai kadang berarti diam
Dan merelakan seseorang menjadi dirinya yang paling utuh,
meski bukan di sisimu..
Selamat bertambah usia,
untuk seseorang yang pernah menanam cahaya
di sudut paling gelap dalam hidupku
Semoga langkahmu ringan,
semoga mimpimu mendapat ruang
semoga bahagia menyertai hidupmu
Jika suatu hari waktu berbaik hati
Mari berbincang panjang
dengan segelas matcha, kesukaanmu
Sebagai dua jiwa yang telah selesai
dengan dirinya sendiri
Aku akan menyapamu…
dengan senyum paling tenang
Sebab dari semua yang pernah pergi,
kaulah yang tetap tinggal
di antara aamiin paling serius ku
Komentar
Posting Komentar